Iban-Bisaya WeddinngGador & Stacy’s WeddingHow To Maintain Culture for Our Future

Tabi basa & good morning everyone. Today I’d like to share recent images captured durinng Gador & Stacy’s wedding blessing at Limbang, both in accordance to Catholic & traditional Bisaya wedding ceremony. 

Wedding is more than just uniting two souls, but also a union between two big families, and in this case, uniting cultures too. After wedding blessing at St Edmund’s Catholic Church of Limbang, both bride & groom had a Bisaya wedding ceremony at Kpg Lembuak.

Upon their arrival at home, they had to circle the house three times, followed by foot-washing ceremony and eating betelnuts. Once done, only then they enter the house. 

Their wedding was attended by close friends and family members, which through their presence, making the event merrier and a joyful event. Some sing songs to entertain both bride & groom, while one of Gador’s family member performed ngajat dance. 

What we can learn from Gador & Stacy’s love story is to always have faith in God’s plan. Sometimes, thing didn’t go exactly as planned, just like how it was blackout before their house ceremony. But through some miracle, as soon as they were about to start, electricity returns & they were able to resume as usual.

Their wait is long, but they patiently waits. Just like as mentioned in the Bible, 1 Cor 13:4-8 – 

Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. Love never fails. 

May God bless both Gador & Stacy.

Ngajihka pengerindu seduai kering entap baka temaga teguh niri ke rumah tangga sampai ke ucu icit ila. 

Malay Language Version:

Tabi basa & selamat pagi semua. Di perkongsian saya pada pagi ini adalah cerita berkenaan pemberkatan perkahwinan Gador & Stacy di Limbang yang telahpun dibuat menurut adat Kristian Katolik & Bisaya. 

Perkahwinan bukan sekadar penyatuan dua jiwa, tapi merupakan penyatuan dua keluarga dan dua komuniti. Selepas pemberkatan perkahwinan di Gereja Katolik St Edmund Limbang, acara diteruskan dengan adat perkahwinan Bisaya di Kpg Lembuak.

Setibaya mereka berdua di rumah, mereka harus bergerak mengelilingi rumah sebanyak tiga kali sebelum upacara pembasuhan kaki & memakan sirih. Selepas selesai, baru mereka berdua masuk ke dalam rumah. 

Acara perkahwinan mereka dihadiri oleh keluarga terdekat dan rakan-rakan akrab sahaja bagi memeriahkan majlis. Ada juga antara para hadirin menyanyi dan ngajat. 

Apa yang kita boleh belajar dari pekahwinan Stacy & Gador adalah kita harus yakin dan percaya akan rencana Tuhan. Walaupun kadang-kadang acara tidak berjalan seperti yang kita impikan, seperti ketiadaan bekalan elektrik, tapi melalui keajaiban & ketentuan Tuhan, bekalan elektrik kembali seperti sediakala dan acara diteruskan seperti biasa. 

Penantian mereka sebelum bergelar suami isteri juga merupakan penantian yang agak lama, tapi cintakasih adalah penyabar. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.

Semoga Tuhan memberkati perkahwinan Gador & Stacy sehingga ke anak cucu. 

_________

Tukang Rantek,
Claudius

error: © Claudius Weson (2017 - 2024). All rights reserved.